Rabu, 18 Agustus 2010 11 komentar

MATERI MENULIS IKLAN BARIS

1. Pengertian Iklan
Iklan merupakan informasi untuk mendorong atau membujuk agar khalayak ramai tertarik dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa yang dijual. Selain itu, iklan juga dapat berupa pemberitahuan, berisi lowongan kerja, dan berita keluarga.
Iklan biasanya dipasang di dalam media cetak (surat kabar atau majalah) dan media elektronika (radio, televisi, atau internet). Iklan juga sering kita saksikan di tempat-tempat umum, seperti di terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, perempatan jalan raya, dan pasar.

2. Jenis Iklan
Iklan yang dimuat di koran jika dilihat dari ukurannya dapat dibedakan atas iklan kolom dan iklan baris.
a. Iklan kolom dilihat dari ukurannya lebih besar dari iklan baris. Bahkan, ada iklan yang penuh satu halaman koran. Hal ini tentu memerlukan biaya yang mahal bagi pemasang iklan kolom tersebut.
b. Iklan baris adalah iklan yang hanya terdiri atas beberapa baris dalam kolom. Karena terbatasnya jumlah baris dalam kolom yang disediakan, biasanya penulisan iklan baris menggunakan singkatan-singkatan untuk menghemat tempat dan tentu saja menghemat biaya untuk pemasangan.
Meskipun hanya terdiri atas beberapa baris, informasi yang disajikan harus lengkap sehingga memudahkan pembaca untuk memahami iklan yang ditawarkan. Selain itu, singkatan-singkatan yang digunakan harus mudah ditafsirkan atau dipahami oleh pembaca. Keberhasilan suatu usaha sering ditentukan oleh perencanaan dan promosi yang baik. Iklan merupakan salah satu media promosi yang sangat efektif untuk menawarkan barang, jasa, lowongan kerja, dan lain-lain. Itulah sebabnya kemampuan menulis iklan baris sangat penting untuk dikuasai.


3. Contoh Iklan Baris


RUMAH DIJUAL-BODETABEK
Atsiri Permai, Citayam. Jl. Widuri no.2. Lt/Lb.152/
45, SHM. Hub: 081317009588

TANAH DIJUAL : BODETABEK
Jl. Rancamaya ±100mtr dr pintu lap golf, akan
sblhan dg Rancamaya II, ±5600m² SHM. Hub:
0811170302

MOBIL DIJUAL
Jaguar X Type 2V6 SEAT Hitam Th. 2005. KM.8000
Masih Baru Hub. Telp.021-71068391 Hp.0818193008

4. Jenis Iklan Baris Berdasarkan Tujuannya

Dilihat dari tujuannya, iklan baris terdiri atas 4 (empat) jenis yaitu:
a. iklan penawaran (jasa/barang),
b. iklan pencarian,
c. iklan penjualan, dan
d. iklan lowongan pekerjaan.

5. Unsur-unsur Iklan Baris
Kriteria penulisan Ikaln Penawaran (barang/jasa)
a. Disebutkan barang/jasa yang ditawarkan
b. Disebutkan jenis/tipe barang/jasa yang ditawarkan
c. Disebutkan kondisi barang/jasa yang ditawarkan
d. Disebutkan fasilitas barang/jasa yang ditawarkan
e. Disebutkan alamat/nomor telepon lokasi penawaran barang/jasa

Unsur-unsur yang harus ada dalam Iklan Pencarian
a. Disebutkan barang/jasa yang dibutuhkan/dicari
b. Disebutkan jenis/tipe barang/jasa yang dibutuhkan/dicari
c. Disebutkan kondisi barang/jasa yang dibutuhkan/dicari
d. Disebutkan fasilitas barang/jasa yang dibutuhkan/dicari
e. Disebutkan alamat/nomor telepon yang dapat dihubungi

Unsur-unsur yang harus ada dalam Iklan Penjualan
a. Disebutkan barang/jasa yang dijual
b. Disebutkan jenis/tipe barang/jasa yang dijual
c. Disebutkan kondisi barang/jasa yang dijual
d. Disebutkan fasilitas barang/jasa yang dijual
e. Disebutkan alamat/nomor telepon lokasi penjualan barang/jasa

Unsur-unsur yang harus ada dalam Iklan Lowongan Pekerjaan
a. Disebutkan bidang/posisi yang dibutuhkan
b. Disebutkan kemampuan/kemahiran yang dibutuhkan
c. Disebutkan kondisi seseorang yang dibutuhkan (jenis kelamin, usia, lulusan,dll)
d. Disebutkan fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan
e. Disebutkan alamat/nomor telepon lokasi perusahaan yang dapat dihubungi.


6. Menulis Iklan Baris
a. Sebelum menulis iklan perlu dirumuskan lebih dulu tujuan penulisan iklan (sesuai
dengan jenis iklan).
b. Tulislah rumusan kebutuhan yang akan diiklankan dalam bentuk kalimat-kalimat.

Pak Joko memiliki mobil Mitsubhisi L 300 pick up berbahan bakar bensin. Enam bulan yang lalu ia membeli seharga 26 juta rupiah. Setelah jadi miliknya, keempat bannya diganti dan sempat turun mesin hingga menelan biaya kurang lebih dua juta rupiah. Kondisi mesinnya bagus bodinya masih kaleng, artinya belum pernah cacat sehingga belum pernah didempul, meskipun kondisi catnya sudah tidak mulus lagi. Pemilik mobil yang tertera dalam BPKB dan STNK adalah nama Joko sendiri. Tahun pembuatan yang tertulis dalam BPKB adalah tahun 1990. Kebetulan mobil itu baru saja pajak. Pak Joko tinggal di Perum UNS IV Triyagan, Jalan Merpati nomor 173 dengan nomor telepon 825894.
.
c. Masukkan rumusan pernyataan tersebut dalam tabel berikut untuk mempermudah penyusunan iklan.

No. Pertanyaan Jawaban

1. Apakah merek mobil yang dimaksud? Mitshubisi L 300 pick up
2. Kapan tahun pembuatannya? 1990
3. Apa bahan bakarnya? bensin
4. Bagaimana kondisinya? kurang mulus
5. Berapa harganya? 28 juta rupiah
6. Di mana peminat dapat melihat Jl. Merpati 173 Perum UNS IV
mobilnya atau menghubungi? Triyagan
nomor telepon 825894.

d. Iklan baris biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa yang objektif, jujur, singkat, dan jelas.
e. Kata-kata yang dipilih menarik, sopan, dan logis, serta ungkapan-ungkapannya memikat (sugestif).
f. Ada pun penulisannya menggunakan singkatan-singkatan pada bagian yang
dipentingkan dengan menggunakan huruf kapital dan huruf kecil.
g. Panjang penulisannya antara 3 - 5 baris.
h. Data atas jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat disusun secara urut
sebagai berikut:

Mitshubisi L 300 pick up-1990-Bensin-Mesin bagus, body kaleng,
cat kurang mulus-28 juta rupiah-Jl. Merpati 173 Perum UNS IV
Triyagan atau menghubungi nomor telepon 825894


7. Singkatan dalam Iklan Baris
Kalau kamu amati, iklan baris dalam contoh di atas sering menggunakan singkatan. Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri atas empat atau lima orang. Diskusikan dalam kelompok belajarmu singkatansingkatan dalam iklan baris berikut ini.
No. Singkatan Kepanjangan
1 Rmh Rumah
2 LT / LB Luas tanah / luas bangunan
3 SHM Sertifikat Hak Milik
4 Hub Hubungi
5 Full var Full variasi (penuh variasi)
6 Jl aspal bbs bnjr Jalan sudah diaspal bebas banjir
7 Ors Orisinil (asli)
8 Nego Dapat dinegoisasi (ditawar)
9 a.n. sdr Atas nama sendiri
10 Tgn 1 Tangan pertama (kepemilikan yang pertama

8. Menyuting Bahasa Iklan Baris
Iklan yang telah ditulis untuk diterbitkan dalam media cetak perlu disuting lebih dulu agar tidak terdapat kesalahan pemahaman pembaca.
Salah satu penyutingan dapat dilakukan dengan mengganti kata atau singkatan yang tidak perlu.
1 komentar

Materi Fakta dan Opini dalam Teks Iklan

1. Membaca Intensif
Membaca intensif merupakan kegiatan membaca pemahaman untuk menemukan informasi yang tepat secara cermat dan penuh kehati-hatian.
Membaca intensif biasanya digunakan untuk

2. Teks Iklan
Iklan dapat kita temukan di media cetak (koran, majalah, tabloid) maupun di media elektronika (radio, televisi). Hampir semua koran atau majalah menyediakan ruang untuk memuat iklan. Setiap hari ada saja orang, lembaga, atau perusahaan yang memasang iklan untuk berbagai keperluan. Dengan demikian, setiap hari kita akan dapat menemukan informasi baru berupa penawaran produk, jasa, lowongan kerja, atau informasi yang lain dalam kolom iklan.

Iklan yang dimuat pada media cetak menjadi salah satu jenis teks yang masuk dalam golongan teks persuasif. Teks iklan biasanya memuat pujian terhadap produk barang atau jasa yang ditawarkan. Namun demikian, informasi yang termuat dalam teks iklan tersebut belum semuanya merupakan informasi faktual. Artinya, sebagian dari informasi tersebut masih memerlukan pembuktian. Di sinilah diperlukan kejelian pembaca untuk mampu membedakan antara fakta dan opini dari informasi yang dimuat dalam teks iklan di surat kabar. Kemampuan ini akan membuat kita tidak mudah termakan bujukan atau rayuan iklan yang masih perlu didukung bukti nyata.


3. Fakta dan Opini dalam Teks Iklan
Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar memiliki atau memenuhi permintaan di dalam iklan. Jika kalian cermati, bahasa yang digunakan dalam iklan mengandung fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa atau kejadian yang kenyataannya tidak diragukan. Fakta dalam iklan mencakup identitas produk yang ditawarkan, komposisi, kegunaan, dan sarana penggunaan secara lengkap.

Selain mengandung fakta produk, iklan juga mengandung opini. Opini merupakan kalimat yang digunakan untuk menarik minat pembeli. Pemasang iklan tidak boleh memberikan opini dengan melebih-lebihkan produk. Opini harus didukung fakta-fakta yang ada di dalam produk. Ciri-ciri opini adalah disajikan dengan bahasa yang persuasif.

4. Contoh Fakta dan Opini dalam Teks Iklan

RUMAH DIJUAL-BODETABEK
Dijual Cepat, Rumah tipe 48/90 di perumahan Kota Wisata -
Cluster Montreal Blok YA 15 No 15. Bebas Banjir, Kondisi
standard dan bagus. Harga 220 jt, nego. Hubungi (021)
82482136, 081288731588 (Farah)

Informasi yang berupa fakta adalah:
a. tipe rumah yang dijual 48/90
b. terletak di perumahan Kota Wisata-Cluster Montreal Blok YA 15 nomor 15,
c. nomor telepon (021) 82482136, 081288731588.

Informasi yang berupa opini adalah:
a. menurut pemasang iklan lokasi perumahan itu bebas banjir (ide pemasang iklan
untuk mempengaruhi pembeli).
b. kondisi standar dan masih bagus (ukuran standar dan bagus tidak jelas,
kebenarannya perlu dibuktikan).
c. ditawarkan dengan harga 220 juta, nego (pemikiran).
Jumat, 26 Maret 2010 0 komentar

MENULIS TEKS BERITA



Apakah kamu gemar membaca berita di koran atau majalah? Asyik bukan membaca berita-berita tersebut. Dengan membaca berita, kamu tahu semua peristiwa di suatu tempat dengan lengkap walau tidak terlibat langsung dalam kejadian itu. Apakah kamu pernah membayangkan bisa juga menulis sebuah berita yang layak dimuat, di majalah sekolah atau majalah dinding misalnya.

Berita begitu akrab dengan kehidupan kita. Tiada hari tanpa berita. Berita merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Berita atau warta secara leksikal berarti kabar. Menulis berita berarti menulis kabar. Orang yang profesinya mencari dan menulis berita disebut wartawan atau jurnalis.

Wartawan dalam mencari berita akan mencatat apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Berita ditulis secara objektif (apa adanya) dan lugas. Selain itu, wartawan akan memburu berita yang baru saja terjadi atau berita terkini (aktual). Peristiwa-peristiwa yang disajikan dalam berita adalah kejadian-kejadian yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, kriminalitas, olahraga, hobi dan sebagainya. Dalam menyajikan berita wartawan tidak boleh memasukkan pendapat-pendapatnya dan berita yang disampaikan harus objektif.

Dalam pembelajaran berikut ini, kamu akan diajak untuk menguasai kompetensi dasar menulis berita secara singkat, padat, dan jelas. Jelas kompetensi dasar ini penting untuk dikuasai agar kamu memiliki bekal jika suatu saat nanti kamu memilih profesi sebagai wartawan atau jurnalis.

Menulis berita merupakan suatu upaya menyampaikan kabar atau sebuah informasi mengenai sesuatu hal atau kejadian dalam bentuk tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif, sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan dan tanpa adanya kesalahan tafsir.

Apakah semua peristiwa dapat atau layak untuk dijadikan sebuah berita? Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa atau perihal yang layak untuk dijadikan berita. Hal ini bertujuan
agar apa yang dituliskan benar-benar bermanfaat bagi orang atau masyarakat pembaca. Apakah kalian juga demikian? Tentu dalam menulis berita, kalian harus dapat memilih berita yang dapat
menambah wawasan dan pengetahuan.


Untuk menulis berita kamu dapat berpedoman pada jawaban atas pertanyaan 5 W + 1 H, yaitu what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana) atas peristiwa yang sedang kamu amati. Secara garis besar menulis berita dapat dilakuan melalui tiga tahap, yaitu:
1. Penulisan garis besar berita dengan berpedoman 5W + 1 H.
2. Menulis berita bedasarkan garis besar berita.
3. Menyunting naskah berita.


Selain memerhatikan unsur-unsur kelengkapan berita di atas, dalam penulisan berita perlu juga kalian perhatikan penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Hal ini juga bertujuan agar pembaca mudah memahami berita yang kalian sampaikan.

TIPS MENULIS BERITA
1. Tentukan peristiwa atau kejadian
Berita tersebut mengangkat peristiwa porseni antarkelas tahun 2007. Dalam menulis berita, kamu juga bisa mengungkapkan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang di sekitarmu. Ingat, dalam menentukan peristiwa, pilihlah kejadian yang aktual/hangat dan unik.

2. Tentukan sumber berita
Sumber berita tersebut ialah ketua kelas dan wali kelas VIII A serta kepala sekolah.

3. Melakukan wawancara untuk mendapatkan fakta, data, dan opini
Kelengkapan fakta sebuah berita apabila memenuhi unsur 5W 1H, yaitu what (apa),
who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana).
Fakta yang ada dalam berita tersebut:
a. what (apa) : peristiwa yang terjadi adalah lomba pekan olahraga dan seni
(porseni) antarkelas di tahun 2007
b. who (siapa) : orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini adalah para siswa
tiap kelas, guru pembimbing/wali kelas, dan kepala sekolah
c. when (kapan) : peristiwa dilakukan pada tanggal 7-12 Mei 2007
d. where (di mana) : peristiwa terjadi di SMP Mutiara Bangsa
e. why (mengapa) : mengapa terjadi karena merupakan acara tahunan dalam rangka memberikan wadah positif di akhir semester dan untuk keakraban.
f. how (bagaimana) : bagaimana peristiwanya terjadi? Lomba berlangsung kompetitif baik di bidang olahraga maupun seni

4. Menyusun berita
Berdasarkan data dari sumber-sumber yang telah didapatkan, kamu bisa mulai menulis
teks berita. Gunakan kata atau kalimat sederhana, dan buatlah berita secara singkat,
padat, dan jelas.
Minggu, 14 Februari 2010 0 komentar

Menarasikan Teks Wawancara Menggunakan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung



1.KALIMAT LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG
Setelah kalian memahami materi wawancara, pada pembelajaran ini kalian akan belajar menarasikan teks wawancara. Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka kalian harus mengubah kalimat tersebut menjadi tak langsung.
Ciri kalimat langsung sebagai berikut.
1)Bertanda petik (“.....”)
2)Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain
3)Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap.
4)Tidak berkata lugas.
5)Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita, tanya, atau perintah.
Contoh:
Dabitha berkata, “Hari ini aku dapat nilai seratus untuk matematika.”
Lukita bertanya, ”Jam berapa acaranya dimulai?”

Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut.
1)Tidak bertanda petik.
2)Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat.
3)Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip.
4)Berkata lugas misalnya bahwa, sebab, untuk, supaya.
5)Hanya berbentuk kalimat berita.
Contoh:
Dabitha berkata bahwa hari ini dia mendapat nilai seratus.
Lukita bertanya jam berapa acaranya dimulai.

2.MENARASIKAN TEKS WAWANCARA
Setelah menyalin hasil wawancara, kamu harus mengubah teks wawancara itu menjadi sebuah narasi atau tulisan yang baik. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat mengubah salinan hasil wawancara.
1)Ubahlah gaya dan ungkapan-ungkapan khas lisan menjadi gaya dan ungkapan khas tulisan.
2)Ubahlah pola kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
Pak Jakob : Wartawan itu selain mempunyai otak yang cerdas, juga mempunyai hati
yang peduli sama orang, cenderung membela orang yang susah dan
telantar, tidak enak dengan kekuasaan. Itu ciri khas wartawan.
Kalimat itu diubah menjadi Pak Jakob mengatakan bahwa ciri khas wartawan itu adalah mempunyai hati yang peduli pada orang lain, mempunyai otak yang cerdas, cenderung membela orang yang susah dan telantar, dan tidak enak dengan kekuasaan.
3)Ubahlah kata penunjuk waktu.
Contoh: Hari ini koran Kompas terbit secara khusus diubah menjadi Pak Jakob, kemarin siang mengatakan bahwa Koran Kompas terbit secara khusus.

Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini!
Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Matematika.”
Pelajar : “Terima kasih.”
Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya?
Pelajar : “Yah, kira-kira 1 tahun.”
Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini!

Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Matematika. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun.
 
;